Tips Kecantikan & Kesehatan
Oct 23, 2017

Posted in Tips Kesehatan Anak

Mengatasi Kebiasaan Mengompol Anak

Tips Kecantikan Mengatasi Kebiasaan Mengompol Anak

Anak mengompol sering membuat para orang tua bingung dan stress, terlebih bila si anak usianya sudah lewat dari masa mengompol.

Mengompol atau dalam istilah medisnya Enuresis adalah mengeluarkan air seni secara tidak sadar pada usia dimana seharusnya sudah bisa mengendalikan keinginan buang air kecil. Sebetulnya ini merupakan hal yang umum terjadi pada anak dan remaja. Bagi anak, mengompol merupakan hal yang sangat memalukan sedangkan bagi orang tua merupakan hal yang sangat merepotkan dan menjengkelkan. Menurut Lidia Hidajat, MPH, mengompol pada anak batita sebenarnya masih wajar, para pakar memberi toleransi mengompol sampai usia 4 tahun, lewat dari batas itu bolehlah orang tua khawatir.

Ada 2 jenis enuresis, yaitu enuresis primer dan enuresis sekunder. Enuresis primer yaitu kebiasaan mengompol sejak usia balita. Enuresis ini tidak ada hubungannya dengan bagaimana didikan penggunaan kamar mandi seorang anak, oleh karena itu orang tua tidak perlu merasa bersalah bila anak mengalami hal seperti ini. Sedangkan enuresis sekunder yaitu mereka sudah berhenti mengompol, setidaknya beberapa bulan, namun kemudian mengompol lagi. Untuk jenis enuresis ini ada beberapa hal yang dapat berperan antara lain masalah medik seperti infeksi saluran kemih atau diabetes, juga masalah lingkungan keluarga yang menyebabkan anak stress seperti perceraian orang tua atau masalah di sekolah.

Berikut beberapa tips mengatasi masalah mengompol pada anak :
1. Bersikap wajar
Seringkali orang tua merasa jengkel, marah atau bahkan panik. Sebaiknya hindari sikap yang demikian, bersikaplah sewajarnya, terlebih si anak masih usia balita.
2. Bicara baik-baik dengan anak
Masalah mengompol bisa dikatakan sebagai masalah unik. Ada banyak kasus, anak berhenti mengompol setelah diajak bicara baik-baik dari hati ke hati.
3. Beri dukungan anak
Ini hal yang terpenting. Jangan sekali-kali mempermalukan anak, mengejek, memarahi atau membanding-bandingkan dengan kakak atau adik. Hal ini akan membuat anak menjadi cemas, depresi bahkan stress. Dukung anak dengan memberi hadiah atau setidaknya pujian jika si anak tidak mengompol. Ini akan membuatnya termotivasi.
4. Latihan menahan kencing
Latihan ini untuk membantu kandung kemih menampung urin lebih banyak, serta menyadarkan anak akan sinyal dari kandung kemihnya. Tetapi perlu diingatkan si anak, jangan juga terlalu lama menahan kencing, ini malah akan membuat masalah baru, yaitu resiko batu ginjal atau batu kandung kemih.

Perlu diperhatikan juga hal yang harus dihindari yaitu :
1. Membangunkan anak
Sebaiknya hindari membangunkan anak dan mengarahkannya ke toilet guna mencegah anak mengompol. Hal ini malah akan mengganggu kenyenyakan tidur si anak. Padahal tidur nyenyak sangatlah penting bagi anak usia sekolah khususnya, kekurangan tidur dan kelelahan yang berlebihan akan mengganggu memori dan konsentrasinya, yang tentunya akan berpengaruh pula kepada prestasi belajarnya.
2. Menghukum anak
Memarahi atau bahkan menghukum anak adalah bukan tindakan yang tepat. Orang tua juga harus menyadari bahwa mengompol juga tidak menyenangkan bagi si anak karena membuatnya malu dan tidak nyaman.
3. Membatasi minum yang berlebihan
Jangan terlalu membatasi minum si anak beberapa jam sebelum tidur. Hal ini justru akan membuat anak kehausan di malam hari sehingga mengganggu kuliatas tidurnya.

Namun demikian, dalam banyak kasus, kebiasaan mengompol akan hilang dengan sendirinya ketika anak beranjak besar, maka hadapilah dengan sikap tetap tenang dan sabar.

Tips Kecantikan
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN

Comments are closed.

Tips Kecantikan
build_links(); ?>