Tips Kecantikan & Kesehatan
Apr 8, 2012

Posted in Tips Kesehatan Anak

Memahami Psikologi Anak Agar Anak Cerdas

Tips Kecantikan Memahami Psikologi Anak Agar Anak Cerdas

Perkembangan Psikologi anak sangat dipengaruhi oleh peran orang tua. Umumnya orangtua berpikir bahwa perannya hanya  sebatas membesarkan dan melindungi anaknya hingga kelak menjadi individu yang mandiri dan memiliki kompetensi. Tetapi, proses membesarkan anak terutama perkembangan psikologi anak tersebut kadang masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi orang tua.

Tiap orang tua memiliki kualitas dan kebutuhan pribadi yg kompleks dalam membangun psikologi anak. Perbedaan jenis kelamin dan temperamen  pun turut memberikan cara yang berbeda dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan psikologi anak. Masa lalu orang tua saat diasuh oleh orang tuanya dahulu juga turut mempengaruhi cara mendidikan anak yang berpengaruh pada perkembangan  psikologi anak. Pola-pola kehidupan sosial orang tua pun turut mempengaruhi perkembangan psikologi anak, misal hubungan dengan pasangan, hubungan dengan dunia  kerja, dan hubungan dengan keluarga besar.

Oleh sebab itu, orang tua perlu  melakukan penyesuaian kualiatas pribadinya yang dibawa dalam pengasuhan anak, agar dapat memenuhi kebutuhan psikologi anak. Sejalan dengan perkembangan psikologi  anak, maka akan berpengaruh juga terhadap perkembangannya, baik secara fisik dan motorik, kognitif atau kemampuan berpikir dan kecerdasan, kebutuhan emosi dan sosial, hingga kebutuhan berbagai nilai dan norma.

Memang secara global, peran ayah dan ibu adalah sama dalam mengasuh dan mendidika anak. Akan tetapi, seperti  yang telah disebutkan diatas, bahwa jenis kelamin juga berpengaruh terhadap pola pengasuhan anak. Perbedaan sentuhan yang diberikan oleh ayah dan ibu akan berpengaruh pada perkembangan psikologi anak. Misalnya, melalui peran ayah psikologi anak ditumbuhkan dengan kebutuhan akan hasrat berprestasi pada anak melalui kegiatan mengenalkan anak tentang berbagai jenis pekerjaan dan berbagai kisah tentang cita-cita. Sedangkan melaui peran ibu, Psikologi anak ditumbuhkan dengan kemampuan berbahasa pada anak melalui kegiatan-kegiatan bercerita dan mendongeng, serta melalui kegiatan yang lebih intim, yakni berbicara pada anak. Begitu juga dengan peran ayah yang mengajarkan tentang peran jenis kelamin laki-laki, tentang bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari laki-laki untuk perkembangan psikologi anak.sedangkan peran ibu mengajarkan tentang peran jenis kelamin perempuan, tentang bagaimana harus bertindak sebagai perempuan, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang perempuan untuk perkembangan psikologi anak.

Kondisi psikologi anak yang cerdas dapat diciptakan oleh peran orang tua yang memahami perkembangan kognitif pada anak, sehingga orang tua mampu menyesuaikan kebutuhan perkembangan psikologi anak yang senatiasa berubah seiring perkembangan fisik dan emosinya. Menurut pakar psikologi anak perkembangan terkenal asal Swiss, Jean Piaget, dalam psikologi anak, si kecil perlu melakukan aksi tertentu atas lingkungannya untuk dapat mengembangkan cara pandang yang kompleks dan cerdas atas setiap pengalamannya sehingga psikologi anak semakin bertumbuh dengan baik. Sudah menjadi tugas orangtua untuk memberi anak pengalaman yang dibutuhkannya agar mereka bisa mengembangkan kecerdasan, terutama perkembangan psikologi anak.

Kita terkadang agak sulit untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan kecerdasan, karena mengandung makna yang cukup  kompleks. Kecerdasan tidak hanya diukur di sekolah seperti kemampuan membaca, berhitung atau menggambar. Tetapi lebih dari itu, kecerdasan ialah kemampuan berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi, yang mencakup; pembentukan konsep, pemecahan masalah, kreativitas, memori, persepsi, dan masih banyak lagi.

Tips Kecantikan

Kecerdasan psikologi anak dapat digambarkan dalam beberapa kemampuan kognitif atau kemampuan berpikir yang berguna dalam membangun psikologi anak, antara lain kemampuan mengelompokkan pola, memodifikasi prilaku supaya dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan sosialnya, kemampuan menalar secara deduktif dan induktif, dan kemampuan mengembangkan konsep dan memahami atau melihat keterkaitan beberapa informasi. Kemapuan yang umumnya dipahami orang tua adalah kemampuan menalar secara matematis, yang dipercaya dapat mewakili kecerdasan psikologi anak pada kemampuan berpikir yang lain. Kecerdasan psikologi anak secara umum dapat ditingkatkan dengan cara mengembangkan kecerdasana psikologi anak dalam kemampuan berpikir secar logis. Meski sebenarnya orangtua dapat mengembangakan kemampuan logika berpikir lainnya yang ada pada anak, misalnya dalam menganalisis masalah dalam cerita atau gambar, dalam lagu atau tarian , dan lain-lain. Agar dapat meningkatkan kecerdsan psikologi anak, orang tua hendaknya turut mempelajari tahap perkembangan psikologi anak.

Jean Piaget merumuskan tentang tahap perkembangan kemampuan kognitif pada anak. Menurutnya, kemampuan berpikir pada anak berubah untuk setiap tahap tumbuh kembang dan memiliki penekanan pada kemampuan tertentu

 Usia Tahapan kognitif Kemampuan anak
0-1 bulan Refleks Melatih refleks yang sudah ada, contoh: menghisapMengulang tindakan. contoh:membuka dan menutup tangan
1-4 bulan Reaksi primer Menggunakan dua alat indera sekaligus. contoh: melihat dan mendengar
4-8 bulan Reaksi Sekunder Mengulang tindakan untuk melihat perubahan lingkungan. Misalnya: menggerakkan mainan gantung untuk melihatnya bergerak menjauh dan mendekat.
8-12 bulan Koordinasi Memberikan respon untuk menyelesaikan masalah. Misalnya: memindahkan penutup untuk mengambil mainan
12-18 bulan Reaksi tertier Tertarik pada karakter sebuah mainan untuk melihat bagaimana mainan bisa berfungsi. Bayi sudah bisa meniru lebih akurat.
18-24 bulan Awal berpikir Mulai mengunakan bahasa dan simbol
0-2 tahun Sensori Motor Melakukan persepsi dan melakukan tindakan
2-7 tahun Periode
Pre-operational
Mulai menghadirkan obyek atau orang dengan menggunakan simbol (misalnya: bahasa)
2-4 tahun Tahap pre-konseptual Lebih imajinatif dalam bermain, menghadirkan setiap pengalamannya secara mental dengan menggunakan bahasa.
4-7 tahun Tahap intuitif Merespon secara intuitif namun lebih menaruh perhatian pada tampilan sebuah obyek, seperti gelas yang lebih tinggi akan menyimpan air lebih banyak daripada gelas yang pendek

Dari tahap perkembangan kognitif anak yang dipaparkan dalam tabel di atas, orangtua dapat memahami kemampuan seperti apa yang sedang berkembang pada anaknya pada usia tertentu. Jadi, orang tua dapat berperan dalam menentukan jenis permainan atau kegiatan yang dapat menstimulasi perkembangan kemampuan kognitif sang anak agar dapat mengoptimalkan kecerdasan psikologi anak nya.

Hasil pencarian artikel ini dengan:
» tip kesehatan
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN

Comments are closed.

Tips Kecantikan
build_links(); ?>